Hubungan Kista Ovarium dengan Infertilitas

| 17/05/2015 | 1 Comment

Ketika mendengar berita atau artikel terkait Hubungan Kista Ovarium dengan Infertilitas, secara seketika rasa keinginantahuan wanita meningkat, karena ini menyangkut kemampuan mereka dalam memiliki anak. Kista adalah tumor atau kista ovarium adalah sebuah penyakit dimana terdapat sebuah kantung kecil yang berisi cairan dan berkembang pada ovarium wanita.

Perlu diketahui, pada setiap diri seorang wanita pasti memiliki kista hanya yang membedakannya adalah apakah kista itu berkembang atau tidak. Pada dasarnya, penyakit ini dapat sembuh secara alami dengan sendirinya, akan tetapi pelu adanya pengawasan agar kantung cairan tersebut tidak berkembang dan berubah menjadi tumor sehingga sulit untuk disembuhkan.

 

Hubungan Kista Ovarium dengan Infertilitas pada Wanita

Dalam mendiagnosis penyakit ini tidak bisa dilakukan secara pasti apakah tergolong jinak ataupun sebaliknya, sehingga seorang dokter spesialis kandungan tidak bisa memberikan keputusan harus menjalani operasi atau tidak berkaitan dengan hubungan kista ovarium dengan infertilitas yang ditakuti oleh penderita kista.

Kehadiran penyakit ini terkadang juga tidak dirasakan dan menghilang sebelum disadari oleh si penderita, meski terdapat beberapa keluhan yang dialami seperti sakit perut ketika menstruasi, nyeri pada pada perut bagian bawah yang membuat para wanita berfikir bahwa ini akhir segalanya ketika menderita kista.

Kista ovarium pada ibu hamil

Ada beberapa hal yang menjadi penyebab seorang wanita yang mengalami ini menjadi susah hamil, yakni apabila kantung yang berisi cairan pada ovarium ini tidak segera diobati dan menjalar pada daerah sekitar ovarium atau berubah menjadi sel ganas dan berubah menjadi kista coklat Jadi orang yang menderita kista ovarium kemungkinan hamil masih bisa terjadi jika kistanya masih dalam ukuran kecil. Dan tidak berpengaruh terhadap kesuburan wanita.

kista ovarium

salah satu indung telur yang kena kista ovarium

Pada umumnya wanita memiliki sepasang sel telur , jika salah satu indung telur terdapat kista kemungkinan hamil masih bisa terjadi karena masih ada indung telur yang lain. Penderita kista ovarium tidak bisa hamil jika indung telur harus di angkat karena kista telah berkembang menjadi kanker rahim yang membahayakan.

Adanya kista ovarium pada ibu hamil dapat menyebabkan menjadi tidak normalnya posisi janin pada rahim. Posisi janin dapat melintang terutama pada trimester akhir masa kehamilan, posisi janin seperti ini tentunya akan mempersulit proses persalinan.

Faktor penyebab dan gejala kista ovarium pada wanita berbeda-beda dengan dampak yang berbeda-beda pula, seperti kista fungsional yang terbagi menjadi kista folikular dan korpus luteum dimana terbentuk dari jaringan yang berubah pada masa haid dan ini dapat mengecil dan hilang dengan sendirinya dengan cara konsumsi makanan yang mengandung dengan anti-oksidan dan olahraga yang rutin.

Hamil dengan kista endometriosis

Lalu ada kista endometriosis yakni kista yang muncul pada jaringan yang mirip dengan selaput dinding rahim yang tumbuh di luar Rahim atau biasanya kita kenal dengan nama kista coklat, maka cara menanggulanginya salah satunya dengan cara pengobatan medis atau jika sudah berkembang maka harus menjalani operasi agar tidak menjalar ke bagian lainnya. Metode pengobatan kista yamg paling aman dan tanpa operasi bisa di lakukan dengan detoksifikasi tubuh dari berbagai racun yang mengendap.

Untuk kasus ini disarankan bagi wanita yang setelah menjalani operasi untuk segera membuat program hamil atau segera menikah karena ditakutkan penyakit ini muncul kembali. Hal ini dapat terjadi bila pola hidup yang dilakukan tidak sehat dan kurang mengkonsumsi makanan yang mengandung anti-oksidan. Bagaimana? Apakah artikel ini membantu anda untuk memahami  hubungan kista ovarium dengan infertilitas pada wanita pada umumnya.

Tags: , ,

Category: Kesehatan

Leave a Reply