Kecerdasan anak Usia dini

| 26/03/2015 | 0 Comments

Mengenali Kecerdasan Anak Usia Dini

kecerdasan anak usia dini 2-3 tahunMengenali kecerdasan anak usia dini penting bagi setiap orang tua. Mereka harus menjadi orang tua sekaligus menjadi teman yang menyenangkan. Sebagai orang tua, kita semestinya yang memiliki kontrol utama terhadap kecerdasan anak. Dengan sering mengajak bermain bersama atau melakukan aktivitas bersama, maka orang tua akan memiliki kedekatan tersendiri dengan anak.

Dari sanalah, kita akan mengenali kecerdasan anak sedari dini. Kecerdasan anak yang terlihat dari kemampuan secara verbal dan nonverbal serta kemampuan yang dilihat dari bakat. Anak usia dini dapat dikenali bakat dan kemampuannya dari tingkah laku dan gerakan yang dilakukan.

Kita dapat mengenali kecerdasan anak yang akan dilihat apakah mereka suka pada dunia modeling, lukis-melukis, kecerdasan intelektual yang tinggi dan sebagainya. Hal ini dapat dikenali dengan cara gerak mereka dan cara menjawab pertanyaan. Anak yang cerdas akan memiliki kemampuan respon yang cepat. Mereka akan cepat tanggap dalam bertindak dan menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan pengetahuan alam dan sosial. Dari kecerdasan itu, kita mampu mengarahkan anak pada bakat dan kemampuan yang dimiliki.

Tes Intelgensi, Spiritual  dan Emosional Harus Seimbang

Ada beberapa tes yang berfungsi mengetahui kecerdasan anak usia dini seperti tes intelligence Quotient (IQ), Emotional Quotient (EQ), dan Spiritual Quotient (SQ). Tes IQ lebih melihat pada kecerdasan intelektual seperti kecerdasan menguasai pengetahuan secara umum. Sedangkan tes EQ merupakan tes dimana kita mengenali kecerdasan secara emosi seperti cara bersikap dan cara mengungkapkan kegembiraan dan kesedihan.

Kemudian tes SQ merupakan tes dimana kita akan melihat spiritual anak seperti seberapa besar mereka kenal dengan hal yang mengenai keyakinan dan ibadah. Mengenali kecerdasan anak pada usia dini menjadi hal yang  berguna untuk melihat potensi yang dimiliki anak.

Dengan itu, kita mampu mengembangkan potensi yang telah tertanam pada anak. Tidak hanya itu, mengenali kecerdasan anak di usia dini mampu membantu orang tua untuk memperbaiki hal yang kurang pada diri anak. Tampaknya, cara ini tidak hanya bermanfaat untuk orang tua saja namun juga bermanfaat bagi para guru taman kanak-kanak dan playgroup, dimana mereka berhubungan langsung dengan anak usia dini.

Cara meningkatkan Kecerdasan anak usia dini

Sebagai orang tua tentunya harus selalu memantau tumbuh dan kembang putra dan putrinya, terutama hal-hal yang berhubungan dengan kecerdasan anak. Hal-hal berikut bisa di lakukan untuk menstimulasi kecerdasan anak sejak dini.

Biasakan sarapan Setiap Hari

Sarapan pagi secara teratur setiap hari, menurut penelitian mampu mempertajam ingatan (memori). Sebuah penelitian di Inggris menemukan fakta bahwa sarapan dengan menu yang seimbang dan bergizi dapat meningkatkan konsentrasi dan ketajaman memori pelajar.

Sarapan yang sehat sepeti buah, sereal , telur, susu yang rendah lemak dan makanan berprotein memberikan asupan nutrisi yang baik untuk otak anak.

Bangun suasana harmonis di Rumah

Suasana yang harmonis dan hangat antara sesama anggota keluarga di rumah dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak. Sedangkan keluarga yang tidak harmonis serta orang tua yang selalu bertengkar, akan berdampak terhadap terhadap perkembangan ketrampilan anak.

Cukup tidur

Cukupkan waktu tidur pada anak, karena kualita tidur yang baik dan cukup dapat meningkatkan kemampuan anak terhadap pemecahan masalah, ketrampilan mengambil keputusan dan daya ingat. Dan jika anak kurang tidur kemampuan otaknya akan berkurang.

Meningkatkan kecerdasan anak usia dini tentu memerlukan usaha yang berkesinambungan dan bijak. Anak-anak yang sehat dan cerdas merupakan aset bangsa yang sangat berharga.

Kumpul Komunitas banner 300

Tags: , , , ,

Category: Parenting

Leave a Reply