Kenapa anak Sering  Batuk

| 22/11/2014 | 0 Comments

Waspadai Kenapa Anak Sering  Batuk

Orang tua pasti cemas ketika anaknya mengalami gejala-gejala penyakit. Dalam hal ini batuk memang merupakan penyakit yang sering diderita oleh anak-anak. Meski demikian jangan pula batuk pada anak diremehkan oleh para orang tua. Sebagai orang tua Anda wajib memperhatikan gejala-gejala yang diderita oleh anak dan mencari penyebab kenapa anak sering  batuk.

Hal ini karena pada beberapa kasus batuk bukanlah menjadi masalah utama pada anak. Sebaliknya batuk bisa jadi hanya sebuah gejala dari alergi atau bahkan penyakit yang lebih kronis lainnya. Tak tanggung-tanggung, penyakit seperti Germ Esophagus Rectus Disease (GERD), asma atau infeksi pernapasan bisa menjadi latar belakang dari kenapa anak anda sering  batuk .

GERD sebenarnya merupakan penyakit pencernaan dimana terdapat gangguan yang menyebabkan aliran balik makanan dari lambung ke esofagus, dan tak jarang muntahan tersebut tak sengaja masuk pula ke saluran pernapasan. Hal ini karena refleks menelan makanan pada anak-anak tergolong belum sempurna. Dengan demikian tak heran apabila GERD menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan dan mendorong anak sering  batuk.

Hal lain yang dapat menjelaskan kenapa anak sering  batuk ialah adanya penyakit asma. Apabila anak sering  batuk, terutama pada malam hari dan berulang hingga lebih dari dua minggu, maka anak sudah bisa dikategorikan terkena penyakit Batuk Kronik Berulang (BKB). Ketika gejala batuk diiringi dengan gejala pilek yang menyebabkan nafas anak sesak dan mengeluarkan suara berdecit, maka bisa jadi anak Anda menderita asma. Namun, kasus asma ini jarang menyerang anak-anak yang berusia di bawah tiga tahun. Dalam hal ini batuk pada penderita asma memang kadang akut dan kadang reda. Dengan demikian ada baiknya apabila anak yang menderita asma dihindarkan dari faktor-faktor pemicu seperti paparan asap rokok, debu, konsumsi es maupun terlalu kelelahan.

Infeksi Saluran pernafasan Penyebab Kenapa anak Sering  batuk

Selanjutnya  dapat dijelaskan dari adanya infeksi pada saluran pernapasannya seperti pertusis, klamidia, adenovirus, atau respiratory syncytial virus. Untuk mendeteksi bahwa batuk yang diderita anak merupakan tanda dari infeksi pernapasan, amati pula gejala lain seperti demam. Dalam hal ini infeksi memang dibawa oleh virus. Meski demikian ketika virus telah hilang, gejala batuk biasanya masih akan betah berlama-lama mengganggu anak.

Selain penyakit, batuk yang sering mendera anak juga bisa jadi dimaknai sebagai gejala-gejala alergi. Tiap anak pada kasus ini jelas memiliki alergi yang berbeda-beda satu dengan yang lain. Meski demikian apa pun alerginya, dampaknya cukup membuat risau anak dan orang tua. Dalam hal ini belum ada yang bisa mengobati alergi.

Dokter biasanya hanya akan memberi antibiotik untuk meredakan gejalanya. Oleh karena itu untuk mengatasi batuk anak karena alergi ada baiknya anak dihindarkan dari hal-hal yang penyebab alerginya. Misalnya apabila anak memiliki alergi dingin, selalu kenakan baju hangat ketika cuaca sedang dingin dan hindarkan untuk memandikan anak terlalu pagi atau terlalu sore.

Orang tua yang cerdas sebaiknya sekarang lebih aware mengenai gejala-gejala batuk pada anak untuk tidak sekedar disepelekan dan diobati asal-asalan. Intinya ketika batuk terlalu sering mendera anak, orang tua sebaiknya segera membawa anak untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.

Hal tersebut sebagai sebuah langkah penangan dini untuk mencegah adanya penyakit-penyakit kronis lain yang dapat menyebar. Selain itu, secara umum orang tua juga sebaiknya mulai menjaga anak untuk mencegah penularan batuk dengan menghindarkannya dari rokok, rajin mengajari cuci tangan serta menjaga pola makannya supaya daya imunitas anak meningkat, Itulah beberapa kemungkinan alasan kenapa anak sering  batuk.

Kumpul Komunitas banner 300

Tags: , , , , , ,

Category: Parenting

Leave a Reply