Mengatasi gigi Keropos pada Balita

| 25/11/2014 | 1 Comment

Mengatasi Gigi Keropos Pada Balita dan Hypoplasia

Sebelum mengetahui mengatasi gigi keropos pada balita, anda perlu tahu apa yang menyebabkan hal itu terjadi. pada keadaan tertebalnya, rata-rata orang dewasa memiliki enamel yang hanya semilimeter lebih tebal daripada lembaran uang kertas. Meski begitu tipis, enamel adalah struktur terkuat di tubuh kita yang terbuat dari komposisi mineral yang sangat ajaib.

Apalagi gigi manusia membutuhkan perlindungan dari seluruh kejadian ekstrim yang mungkin menimpanya sepanjang hidup. Bagaimana pun, struktur terkuat di tubuh manusia ini bisa tidak berkembang dengan sempurna ketika manusia masih bayi, membuat enamel membusuk dan mampu retak hanya dengan mengunyah. Artikel ini akan memberikan jawaban dari beberapa pertanyaan anda mengenai kondisi yang disebut hypoplasia atau hipo-mineralisasi.

Anggaplah enamel seperti cat pondasi yang dilumurkan ke tembok sebelum cat sebenarnya dilumurkan. Fungsinya adalah sama, yaitu melindungi struktur yang ada di dalamnya dari kerusakan dan penuaan serta erosi lingkungan yang mungkin terjadi pada kayu, besi, dan lain-lain, misalnya karat, lumut, dan kebusukan. Sama halnya dengan gigi, kebusukan dan erosi bisa saja terjadi. Apalagi gigi anda tidak tumbuh terus menerus seumur hidup. Enamel adalah struktur yang sangat penting dalam kehidupan anda.

Satu lubang kecil saja muncul, gigi anda bisa rusak. Oleh karena itu anda perlu tahu caranya mengatasi masalah gigi keropos pada balita. Enamel yang lemah penyebab gigi keropos bisa ditemukan gejalanya ketika bayi masih berada di dalam rahim ibu. Pada balita, diet yang buruk juga menjadi penyebab keroposnya gigi. Kelahiran prematur, serta kesehatan gigi ibu pun berpengaruh kepada kekuatan enamel gigi.

Sementara sebab tadi adalah sebab yang paling umum, ada beberapa hal lain yang mempengaruhi kelemahan enamel. Misalnya, obat-obatan yang dikonsumsi ibu ketika hamil, atau oleh anak ketika masih kecil. Jika bayi anda mengalami pneumonia, demam tinggi atau infeksi, gigi juga akan melemah. Yang paling menyedihkan adalah ketidaktercukupan nutrisi seperti vitamin dan mineral yang digunakan untuk membangun enamel.

Mengatasi gigi keropos pada balita Di mulai Sejak Bayi

Karena gigi memiliki enamel yang lemah, bagian dalam gigi menjadi berlubang, efek dari kejadian ini adalah kebusukan gigi – gigi menghitam dan menipis. Gigi juga menjadi sensitif terhadap suhu yang sangat tinggi atau sangat rendah. Gigi menjadi jelek dan anak anda tidak memiliki senyum yang manis lagi. Apalagi gigi yang sudah berpori bisa patah dengan mudah. Gejala dari hypoplasia sangat mirip dengan fluorosis.

Kecuali komplikasi ketika hamil atau melahirkan, anda bisa mencegah hypoplasia. Tentunya ibu harus menjaga diet yang baik ketika hamil, bayi juga diberi makanan yang baik pula. Selalu konsultasikan kondisi bayi anda secara rutin ke dokter gigi anda. Jika anak anda sudah memiliki enamel yang lemah, ada beberapa jenis pengobatan yang bisa anda dapatkan bergantung keparahan kondisi gigi anak anda. Anak anda akan diterapi florida, menggunakan bonding, menyarungi gigi dengan crown metal, atau mencabut gigi. Bagaimana pun kebersihan gigi perlu dijaga selalu untuk mencegah keparahan meluas. Jika anak anda masih muda dan memiliki enamel yang lemah, anda harus segera menanganinya dengan tindakan medis.

Karena, gigi anak anda belum sempurna, dan meski gigi akan berganti, anak anda akan kehilangan kemampuan mengunyah dengan baik. Hypoplasia bisa juga terjadi pada gigi permanen. Untunglah sekarang anda tahu cara mengatasi gigi keropos pada balita.

Desc: kejadian hypoplasia atau gigi keropos perlu segera diatasi dan Mengatasi Gigi Keropos Pada Balita bisa dimulai dari pencegahan. Dokter gigi dan usaha orang tua adalah hal yang mempengaruhi kejadian hypoplasia terhadap anak balita.

Kumpul Komunitas banner 300

Tags: , , , ,

Category: Parenting

Leave a Reply