Penurunan berat badan fisiologis bayi

| 27/12/2014 | 0 Comments

Waspadai Penurunan berat badan Fisiologis Bayi Anda

 

Sebagai seorang ibu pemula biasanya akan panik dan bingung saat menghadapi penurunan berat badan fisiologis bayi. Hal ini karena tumbuh kembang bayi menjadi perhatian utama bagi sang ibu. Jadi ketika berat badan bayi tidak juga bertambah dan malah turun pada bulan-bulan pertama saat baru dilaihirkan maka kepanikan akan segera menyerang. Padahal penurunan berat badan bayi adalah hal yang wajar terutama pada bulan-bulan pertama setelah dilahirkan. Selama penurunan berat badan ini selalu dicatat dan dipantau, ibu pemula tidak perlu khawatir ketika bayinya mengalami penurunan berat badan.

Penurunan berat badan fisiologis bayi

Saat lahir Bayi akan Mengalami penurunan Berat Badan

Berdasarkan banyak penilitian yang dilakukan oleh medis, penurunan berat badan bayi pada bulan-bulan pertama saat dilahirkan adalah hal yang wajar. Ini karena bayi saat berada dalam kandungan memiliki cairan tubuh yang sangat banyak bersamaan dengan berat badannya saat dilahirkan. Kondisi bayi saat dilahirkan memiliki bobot yang berbeda-beda. Normalnya bayi yang dilahirkan memiliki bobot 2,5-4 Kg kecuali bayi yang memiliki kondisi tertentu seperti pecah ketuban dan bayi prematur.

Bobot bayi yang dilahirkan seorang ibu biasanya lebih banyak terkandung air dalam tubuhnya. Dan seiring dengan perkembangannya setelah dilahirkan, bayi akan mengalami penurunan berat badan fisiologis bayi. Penurunan ini diakibatkan oleh keluarnya cairan dalam tubuhnya berupa urine dan juga keringat. Biasanya urine dan juga keringat ini dipicu oleh banyaknya aktifitas yang dilakukan bayi.

Sementara ASI yang diberikan ibu belum terlalu cukup untuk memenuhi asupan makanan pada bayi. Hal inilah yang mengakibatkan penurunan bobot bayi. Namun turunnya bobot bayi ini tidak dapat dijadikan acuan bahwa bayi kita mengalami masalah. Pantau terus perkembangannya sembari memenuhi kebutuhan ASI bayi. Bila ASI ibu belum bisa keluar usahakan beragam cara untuk bisa memompanya keluar. Dan sementara susu ibu belum keluar, penuhi asupan nutrisi bayi dengan susu formula yang sesuai untuk bayi. Jika dalam dua minggu penurunan berat badan bayi tetap terjadi, sebaiknya segera periksakan kondisi bayi kita. Bisa saja penurunan berat badan bayi kita memang bersumber dari kelainan yang memicu turunnya berat badan bayi.

Agar Berat badan bayi Normal

Berat badan bayi di tentukan oleh berbagai faktor  seperti faktor genetik, kondisi kesehatan tubuh ibu di masa kehamilan, dan gizi yang seimbang saat bayi masih dalam kandungan. Penambahan berat badan bayi, secara normal akan bertambah hingga dua kali lipat berat badannya saat di lahirkan saat memasuki bulan ke-4. Biasanya akan tercatat di Kartu Menuju Sehat (KMS).

Penurunan berat badan fisiologis bayi

Berat badan bayi secara normal akan bertambah 2x lipat saat berusia 4 bulan

Selain berat badan bayi hal lain yang tidak kalah penting adalah, panjang atau tinggi bayi, dan besar lingkar kepala bayi. Dengan mengetahui hal-hal tersebut dokter akan mendiagnosa pertumbuhan bayi secara keseluruhan apakah termasuk normal atau tidak. Berikut cara menambah berat badan bayi anda agar kembali normal:

  • Tingkatkan kualitas ASI. Jika anda menyusui, terutama di 6 bulan pertama bayi harus mendapatkan asupan ASI yang berkualitas. Dengan makan makanan yang bergizi dan seimbang kualita ASI akan bertambah. Selain itu ibu juga harus mengimbangi dengan istirahat yang cukup dan menghindari stress.
  • Beri bayi Makanan Pendamping ASI (MPASI). Saat usia bayi mencapai 6 bulan keatas , saat nya memberikan makanan pendamping selain ASI. Makanan pendamping bisa di berikan 2-3 kali dalam sehari  dengan memperhatikan gizi MPASI maka lambat laun berat badan bayi akan bertambah secara signifikan.
Dengan ASI dan MPASI yang berkualitas berat badan bayi akan bertambah

Dengan ASI dan MPASI yang berkualitas berat badan bayi akan bertambah

Menurut Andrea McCoy, M.D kepala Rumah sakit Jeannes Hospital di Philadelpia, penurunan berat badan fisiologis bayi adalah normal dan dapat kembali normal dengan cara-cara di atas. (parenting.co.id).

Kumpul Komunitas banner 300

Tags: , , , , , , ,

Category: Parenting

Leave a Reply