Rasa mual dan Pusing saat Detoks

| 01/12/2014 | 0 Comments

Gejala rasa Mual dan Pusing saat Detoks Bahayakah?

Detoksifikasi adalah proses pembuangan racun atau toksin dari dalam tubuh kita. Sebagian orang akan mengeluhkan rasa mual dan pusing saat detoks. Hal ini tergantung pada kadar toksin yang akan dikeluarkan dari dalam tubuhnya. Racun-racun ini sebenarnya ada yang berasal dari dalam tubuh atau alamiah dan juga dibawa oleh makanan yang kita konsumsi. Beberapa di antaranya disebabkan oleh zat pengawet, pewarna, MSG, pestisida, ataupun logam berat yang terkandung di dalam minuman.

Proses detoksifikasi ini secara bertahap akan membuang atau membersihkan tubuh dari zat-zat merugikan tersebut. Seperti yang kita ketahui, zat-zat semacam ini akan menyebabkan penyakit degenatif, kanker, jantung serta kolesterol. Rasa mual dan pusing saat anda detoks sendiri merupakan peringatan bagi tubuh, karena ada kemungkinan Anda mengalami permasalahan pada beberapa organ tertentu. Perlu diketahui, efek samping dari proses detoks ini adalah penurunan energi serta gejala flu. Anda tak perlu menghentikannya, hal ini sangat normal terjadi pada tubuh sebagai tanda bahwa tubuh mulai bersih.

Gejala yang dialami ketika proses detoksifikasi dilakukan sangatlah beragam. Semuanya tergantung pada tingkat keparahan atau penyakit yang sedang Anda alami. Setidaknya, ada beberapa gejala selain rasa mual dan pusing saat melakukan detoks yang umum dialami oleh pelaku detoks, yaitu:

  • Mual dan diare, berarti Anda tengah mengalami proses penyembuhan gangguan pencernaan.
  • Rasa pusing, artinya tubuh tengah berproses penyembuhan gangguan pencernaan dan gangguan yang terjadi pada area kepala.
  • Demam, tubuh sedang mengikat virus atau bakteri yang terdapat di dalam aliran darah ataupun organ tubuh lainnya.
  • Mengalami gatal atau selalu berkeringat, racun tengah dikeluarkan dari tubuh melalui kulit Anda.
  • Sering mengantuk, ini artinya tubuh sedang membersihkan organ hati dan menyembuhkannya serta proses detoksifikasi sempurna.
  • Nyeri sendi, umumnya dialami oleh para penderita rematik.
  • Pegal-pegal pada tubuh, artinya proses pembersihan terjadi pada aliran darah Anda.
  • Batuk atau bersin, pembuangan toksin dilakukan melalui dahak yang keluar.
  • Kejang-kejang, hati-hati bisa jadi Anda memiliki permasalahan pada bagian ginjal dan tengah disembuhkan.

Untuk melakukan proses detoksifikasi sebenarnya tidaklah sulit. Para ahli kesehatan sepakat, bahwa mengkonsumsi air hangat yang dicampur bersama lemon adalah cara paling mudah. Anda bisa mengkonsumsinya setiap pagi ketika perut dalam keadaan kosong. Khasiat lemon yang membantu proses detoksifikasi akan terasa setelah konsumsi secara rutin. Tak hanya rasa mual dan pusing saat detoks yang akan Anda temui, tetapi juga beberapa gejala lainnya.

Hal tersebut tergantung pada tingkat kerusakan yang terjadi pada tubuh Anda. Lemon akan merangsang sistem kerja hati yang mungkin tak sanggup melakukan penyaringan secara sempurna. Setelah itu, pilihlah salah satu macam buah atau sayuran yang akan dikonsumsi. Anda bisa mengolahnya menjadi jus ataupun salad jika diinginkan. Jangan lupa untuk mengkonsumsi 8 gelas air putih dalam sehari, guna membantu proses ginjal mengeluarkan kotoran. Begitu pula saat makan siang tiba, Anda bisa menambah asupan buah-buahan ke dalam tubuh.

Selain itu, jadikan pula sayuran serta buah sebagai cemilan di kala sore. Tambahkan pula konsumsi air putih yang dirasa kurang satu harian tersebut. Sedangkan makan malam, ada baiknya Anda mengganti menu goreng-gorengan dengan menu yang dikukus. Nasi putih bisa Anda ganti dengan nasi merah yang rendah karbohidrat. Cukup simple bukan untuk mengurangi rasa mual dan pusing saat detoks?

Kumpul Komunitas banner 300

Tags: , , , ,

Category: Detoksifikasi

Leave a Reply